Industri Perikanan

Berbagai upaya mewujudkan peningkatan ekonomi dari sektor kelautan dan perikanan sudah dilakukan semaksimal mungkin dalam empat tahun. Salah satu simpulnya, adalah dengan merebut kembali kedaulatan laut Indonesia dari orang asing. Peningkatan ekonomi nasional dari sektor kelautan dan perikanan belum maksimal tercapai dalam empat tahun terakhir. Ada hambatan seperti koneksi bisnis dari sektor tersebut belum terjalin dengan kuat. Bahkan, koneksi bisnis yang ada saat ini masih lemah, walau pasokan ikan sudah tersedia dengan melimpah. Herman Wutun juga menyampaikan beberapa hambatan dalam pengembangan program kelautan dan perikanan, terutama saat pandemi Covid-19 ini, dimana hampir semua rencana investasi mitra luar negeri bisa dikatakan terhenti.

Jika jumlah perusahaan yang beroperasi mencapai puluhan, maka bisa dipastikan kebutuhan ikan akan meningkat berkali-kali lipat lagi. Jadi, cepat atau lambat, jika fokus bisnisnya masih seperti itu, maka ikan yang dibutuhkan dipastikan akan hilang di laut. Fakta tersebut, kata Sjarief, kemudian dirasakan oleh industri surimi yang masih mengandalkan ikan kurisi, ikan kuniran, ikan mata goyang, dan atau ikan-ikan tertentu lainnya untuk memenuhi produksi. Di sisi lain, walau bahan baku untuk surimi masih terbatas, kecepatan produksinya justru terpantau lebih cepat dibandingkan dengan kecepatan regenerasi ikan yang digunakan sebagai bahan baku.

Kategori peserta PIM ada dua yaitu Peserta PIM Intensif dan Peserta PIM Mandiri, dibedakan berdasarkan lokasi budi daya. Untuk PIM Intensif, budi daya bertempat di aset milik Pemda Prov Jabar. Seperti yang sudah terpakai saat ini, lahan milik Dinas Kelautan dan Perikanan dikelola 33 orang tersebar di beberapa tempat. Gubernur menjelaskan salah satu kelebihan program Petani Milenial yaitu dengan sistem pembelian di awal oleh offtaker. Nantinya para petani menanam, berternak, dan menambak menyesuaikan dengan kebutuhan pasar. Menurut Gubernur, program Petani Milenial memang ada berbagai bidang dimulai dari pertanian, peternakan, hingga perikanan seperti PIM ini.

Bisnis Perikanan

“Biaya pakan ikan hampir 70% dari biaya produksi sedangkan pakan buatan pabrik cenderung mengalami kenaikan harga. Solusinya agar tidak terkendala pakan, kita dapat membuat pakan secara mandiri. Telah terbukti juga dengan menggunakan pakan mandiri, mampu menekan biaya hingga 30%, yang tentunya menguntungkan pembudidaya karena biaya produksi yang dikeluarkan semakin rendah,” papar Edward. Melalui pengembangan klaster budidaya bandeng, pihak Balai juga tengah merancang sebuah mannequin bisnis yang terpadu untuk mengoptimalkan nilai tambah pada masing-masing segmen bisnis dari hulu ke hilir.

Faktor iklim, cuaca memiliki pengaruh yang sangat besar ketika nelayan harus menuju laut untuk mendapatkan tangkapan ikan. Kondisi cuaca yang fluktuasi mempengaruhi kegiatan nelayan di laut, yang pada akhirnya mempengaruhi penghasilan nelayan tersebut. Sisa produksi ikan dikonsumsi di dalam negeri maupun dipakai sebagai ikan umpan atau diolah lagi menjadi tepung ikan, kerupuk, serta produk makanan lainnya. Meskipun jumlah produksi ikan per kapita sekitar 24 kg per tahun berdasarkan data Dirjen Perikanan, jumlah konsumsi ikan per kapita di Indonesia menurut information dari BPS, hanya sekitar 14 kg per tahun. Sementara itu, Ketua Koperasi Mina Mulya Maju Mandiri Kasmanta menjelaskan kondisi usahanya yang bergerak di sisi pangan untuk budidaya ikan. “Ikan juga meningkat otomatis, permintaan produk perikanan juga naik.

Apabila mengurus dua hingga tiga bioflok, tiga kali seratus ribu saja, bisa lumayan. Raenhat menambahkan, untuk business progress, Compound Annual Growth Rate Perindo-Perinus ditargetkan tumbuh hingga 26 persen dalam lima tahun ke depan, dengan bertumpu pada bisnis perdagangan ikan dan pakan. Sedangkan untuk existing business seperti jasa kepelabuhanan, diprediksi CAGR tumbuh 15 persen dan perdagangan ikan 22 persen. Target bisnis Perindo-Perinus ini dirumuskan dengan mempertimbangkan proyeksi kapasitas perusahaan dan peluang di pasar. Direktur Operasional Perum Perindo, Raenhat Tiranto Hutabarat, berharap dengan bersatunya dua perusahaan pelat merah bidang perikanan ini, maka bisnis perikanan di Indonesia akan makin kuat. Dalam bisnis di bidang perikanan, chilly storage pastinya sangat penting untuk digunakan.