Pelaku Usaha Perikanan Di Provinsi Dki Jakarta

Dalam kesempatan ini, EVP Perinus, Andre F. Budihardjo, turut menyampaikan perlu adanya suatu Trading House di salah satu dari 17 wilayah kewenangan KJRI Osaka yang berpotensi besar akan industri perikanan guna mendukung perdagangan perikanan Indonesia. Pameran tersebut merupakan pameran tahunan produk dan industri pendukung perikanan terbesar di wilayah Jepang Barat. Menurut fee yang dikeluarkan oleh Moody’s, Standard & Poor’s dan Fitch Rating, Indonesia punya kesempatan besar dalam peningkatan ekonomi ke depannya.

Bisnis Perikanan

Ide bisnis kreatif selanjutnya ialah mendirikan restoran dengan ikan sebagai olahan utamanya. Menjadikan ikan sebagai menu utama tentu akan menarik minat pencinta olahan berbahan dasar ikan. Selain itu, kamu juga bisa menyediakan kolam ikan untuk pengunjung.

Meski di tengah pandemi Covid-19, sektor perikanan dan kelautan tetap menunjukkan peluang pasar yang menjanjikan. Para pelaku usaha pun dapat merebutnya dengan mengoptimalkan pemanfaatan pemasaran digital. Bagaimana mengelola sektor perikanan sebagai salah satu penggerak perekonomian Indonesia dipelajari pada program studi Agrobisnis Perikanan atau nama lainnya Sosial Ekonomi Perikanan. Pada program studi ini dipelajari teknik mengelola bisnis perikanan, baik perikanan laut maupun air tawar, juga budidaya perikanan dan biota laut/ air tawar. Program studi ini juga membekali mahasiswanya dengan jiwa entrepreneurship agar dapat mandiri di tengah persaingan bisnis komoditas perikanan. Bisa juga dengan menjalankan bisnis yang mendukung proses budidaya ikan, baik ikan air tawar maupun air laut.

Ia menambahkan, pandemi telah mendorong pelaku usaha di sektor logistik untuk berinovasi pada peningkatan nilai tambah dan mempercepat transformasi ke sistem digital agar tim logistik bisa terus berjalan. Menurutnya, tren masa depan akan mengarah pada pola transaksi daring dan pelanggan lebih banyak melakukan pemesanan dari rumah atau tempat berkegiatan. Pembudi daya-ikan kecil dapat membudidayakan komoditas ikan pilihan di seluruh wilayah pengelolaan perikanan Republik Indonesia.

Sebesar 57% (5.673 orang) dari jumlah pelaku usaha perikanan di DKI Jakarta berasal dari profesi Pembudidaya Ikan. Sementara jumlah pelaku usaha perikanan sebagai nelayan sebesar 36% (3.593 orang). Sedangkan jumlah pelaku usaha perikanan yang paling sedikit yaitu Pemasar Pelabuhan dan Petambak Garam dengan masing – masing sebanyak 9 dan four orang. Sementara itu, persentase secara umum jumlah pelaku usaha perikanan di DKI Jakarta sebesar 63% (6.278 orang) merupakan berasal dari kaum perempuan. Jumlah ini didominasi oleh banyaknya kaum perempuan yang berprofesi utama sebagai pembudidaya ikan (4.604 orang).